Ubahlah Filosofi Hidup "BIARKAN MENGALIR SEPERTI AIR"



Orang bilang hidup ini seperti air yang mengalir. Akan selalu mengalir dari tempat tggi ke tempat yang lebih rendah. Tapi kalau ingin sebaliknya pasti akan mmbutuhkan yang namanya pompa air. Tapi selalu menerjang apapun yang ada dihadapanya, setidaknya akan selalu berusaha melewati setiap halangan didpanya, kalau tidak mampu menerjang pasti mencari jalan lain, bahkan lubang kapilerpun tak luput dari terjanganya demi sampai ketujuanya.

Itu menurut orang, tapi tidak menurut saya. Sekarang bagaimana kalau kita logika hidup kita terus mengalir seperti layaknya air mengalir dari tmpat tinggi ke tempat yang lebih rendah? Terus maukah kita hidup kita mengalir ke bawah? Apakah ini berarti peningkatan atau pnurunan? Mungkin filosofi air memang kurang tepat untuk diri kita yang selalu menginginkan perkembangan dan kemajuan dalam setiap aspek kehidupan kita. Akankah kita rela dan tinggagal diam gini aja ketika kehidupan yang sudah kita raih mengalir dengan deras kebawah lagi? Saya yakin jawabanya pasti mutlak "TIDAK" atau jawaban senada dan seirama lainya.

Yang ke dua adalah ketika kita menginginkan air itu naik tentu kita harus dan wajib mengunakan yang namanya waterpump (sanyo: Javanes). Ini apa artinya, menurut pemikiran saya air disini selalu tergantung pada hal lain atau mungkin kita sebut faktor x (waterpump). Bagaimana dengan hidup kita? Akankah kita dalam hdup kita sendiri akan selalu bergantung pada suatu hal dluar diri kita? Lalu untuk apa orang tua kita selalu bilang "mandiri" "mandiri" sedangkan kita bergantung pada orang lain. Akankah kita menjadi pemenang bergantung pada orang lain. Lepaskan tangan orang lain yang membuat kita selalu bergantung padanya dan mari kita ciptakan kesuksesan kita sendiri bersama orang lain bukan sukses dengan bergantung pada orang lain.

Jika filosofi air kurang tepat lalu filosofi apa yang seharusnya kita gunakan? Untuk masalah filosofi sebnarnya adalah masalah dari individu sendiri, itulah dasar dari perjuanganya. Kalau saya pribadi lebih suka dengan filosofi angin. Karena, angin selalu bergerak dari udara bertekanan rendah kudara yang bertekanan tinggi, selalu terbang bebas tanpa ada yang bsa membatasi, tidak membtuhkan faktor x untuk kearah lebih tinggi.Tapi sekali lagi bahwa filosofi adalah hasil pemikiran, persepsi dan tujuan dari individu jadi semua itu tergantung pada diri kita masing-masing.


0 comments:

Post a Comment